Minggu, 17 April 2016

SMPIT Dinamika Umat, tempat dimana pondasi itu dikuatkan

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Haiii..bertemu lagi di tulisan saya kali ini. Semoga kita semua selalu dalam rahmat dan karunia Allah SWT. Aamiin Allahumma Aamiin.

Oke, kali ini saya mau cerita-cerita tentang pengalaman pribadi saya. Jadi, saya adalah lulusan SMP islam terpadu yang nggak begitu terkenal di kabupaten Bogor. Disana saya dididik dan dibina dengan dasar-dasar agama yang begitu kuat. Saya sangat bersyukur Allah telah menempatkan saya disana. Karena kalau tidak, wallahu a'lam akan jadi seperti apa saya ini.

SMP saya ini namanya SMPIT Dinamika Umat. Saya adalah angkatan kedua di sekolah ini. Kebayang dong, masih baru banget. Sekolahnya nyaman, asri, dan terletak di bukit. Di sekolah ini, saya mendapat banyak sekali pengalaman dan ilmu pengetahuan tentunya. Khususnya pengetahuan agama. Sebelumnya memang saya sudah dikenalkan dengan nilai-nilai agama sejak kecil oleh orang tua. Tapi disini, pondasi yang sebelumnya sudah dibangun menjadi lebih dikuatkan. Hingga akhirnya saya sadar bahwa nilai-nilai agama itu harus kita junjung tinggi. Karena sebenarnya apa tugas kita di bumi ini? Tidak lain adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Untuk beribadah kepada Tuhan semesta alam, Allah SWT.

Di sekolah ini, saya dibina dalam menghafal Al-Qur'an. Setiap hari, dari mulai terpaksa, lama-lama terbiasa, dan akhirnya timbul rasa senang. Timbul rasa bahagia. Bermain bersama teman bukan ngerumpi nggak jelas. Tapi saling berlomba mengulang hafalan. Tebak-tebakan melanjutkan ayat. Ah, seru sekali rasanya. Dan, ketika ujian tahfizh datang, saya dengan teman-teman yang lain resah dan galau nggak jelas. Rasanya takut, takut nggak lulus. Apalagi kalau sudah tiba waktunya mabit (malam bina tauhid). Setelah sholat subuh biasanya ada beberapa yang maju ke depan untuk dites langsung oleh ketua yayasan kami. Dan alangkah malangnya, saya selalu disebut. Rasanya jarang Putri Cemfani tidak disuruh maju. Disaat saya maju pun tidak selalu lancar, kadang ada mogoknya. Malu, tapi lama-kelamaan mulai terbiasa. Saya justru bersyukur selalu dipanggil kedepan karena itu membuat saya jadi sering muroja'ah. Karena, hafal kaji karena diulang, bukan?

Sebenarnya. masih banyak lagi pengalaman-pengalaman keren lainnya yang saya dapat di sekolah ini. Tapi mungkin untuk kali ini hanya itu saja yang saya bagikan. Jadi intinya, kita harus membangun pondasi dengan pilar-pilar agama yang kuat. Hidup jangan terlalu bebas. Ingat selalu apa misi utama kita hidup di dunia yang fana ini. Sesungguhnya kita datang dari Allah dan akan kembali pada-Nya. Maka persiapkanlah bekal kita sebaik mungkin. Jangan terlalu terlena dengan tempat persinggahan ini.

Semoga bermanfaat. Yang benar datangnya dari Allah, dan yang salah itu murni kekhilafan saya.

Wallahu a'lam bishawab.


2 komentar:

  1. Wiii, bagus cem. Semoga blognya jalan terua dan selalu memberi manfaat bg yg baca:)

    BalasHapus
  2. syukran katsiir, gi. aamiin:)

    BalasHapus